h1

“Si Miskin Dilarang Masuk (Sekolah)”

November 18, 2008

dsc013161

“si miskin dilarang masuk”

Tulisan ini terpampang jelas di gerbang-gerbang sekolah di negeri ini semenjak puluhan tahun yang lalu. Anehnya, tulisan itu tidak pernah pudar dan selalu tampak semakin baru dan semakin mengkilap serta semakin mudah untuk dibaca walaupun tidak pernah dicat ulang atau diperbaharui. Tulisan ini layaknya seperti makhluk hidup yang semakin hari semakin tumbuh berkembang dan membesar.

 

Begitu jelas dan terang terulis di gerbang sekolah seperti sebuah rambu-rambu lalu lintas yang jika dilanggar tentu saja akan ditilang oleh petugas lalu lintas, tetapi ini masih agak longgar karena harga tilang di jalan raya saat ini masih bisa di“nego”kan dengan sang petugas. Akan tetapi jangan main-main dengan rambu-rambu di gerbang sekolah ini, sangsi yang ditegakkan oleh setiap sekolah terhadap orang yang melanggar peraturan ini sangat kuat dan tegas. Sekolah punya cara dan trik sendiri untuk menegakkan peraturan ini, dan terbukti bahwa orang-orang miskin benar-benar kapok dan trauma untuk masuk ke sekolah.

 

Jadi sebaikmya jika kita termasuk dalam kelompok orang tidak punya banyak uang, pikir-pikirlah dulu untuk masuk sekolah karena bisa saja nanti kita mendapatkan sangsi dengan sendirinya, yaitu keluar dari sekolah tanpa harus dikeluarkan dan itu dilakukan dengan sadar karena dari awal sudah diperingatkan bahwa orang miskin dilarang masuk ke sekolah.

 

Trik-trik yang dilakukan sekolah untuk menerapkan peraturan ini sangat hebat. Wajar saja, karena sekolah telah berpengalaman puluhan tahun dalam menegakkan peraturan tersebut. Trik tersebut dengan sendirinya akan menjaring orang-orang sehinga dengan sendirinya orang-orang yang melanggar peraturan tersebut akan langsung keluar. Namanya test kemiskinan.

 

Test pertama dimulai ketika penyeragaman pakaian ketika akan masuk sekolah. Orang yang boleh masuk ke sekolah adalah orang-orang yang mempunyai seragam. Gilanya lagi, seragam tersebut sangat banyak jenisnya, mulai dari seragam putih, seragam pramuka yang harus lengkap dengan berbagai aksesoris yang ditempel di kantong dan lengan baju, kemudian seragam muslim untuk hari jum’at dan seragam olah raga, belum lagi sepatu, kaos kaki, jilbab dan seterusnya. Harga pelengkapan tersebut tentunya sangat mahal bagi orang-orang miskin. Jadi tidak mengherankan jika setiap tahun ajaran baru si miskin menjerit ketika ingin sekolah karena test kemiskinan untuk masuk sekolah sangat berat untuk dijalani. Sedangkan bagi si kaya, mereka tinggal gesek dan semuanya selesai.

 

Pada tahap awal ini, si miskin bisa saja lulus tes dengan menipu pihak sekolah karena mampu menyediakan seragam sekolah dengan cara berhutang sana-sini atau menjual harta benda berharga agar bisa membeli seragam sekolah. Ada juga sebagian yang mendapat sumbangan dari seorang dermawan atau memakai pakaian bekas orang lain, tetapi jebakan berikutnya siap menanti.

 

Test berikutnya dilakukan setelah duduk di bangku sekolah. Siswa diharuskan menyediakan alat-alat tulis seperti buku tulis yag sangat banyak dengan berbagai jenis seperti, buku halus kasar, buku petak-petak untuk matematika, buku isi 18, isi 40, isi seratus dan seterusnya, pena, pensil, spidol, peghapus, penggaris, tipe x dan alat tulis lainnya. Akan tetapi tidak cukup sampai disini, si miskin juga harus membeli buku-buku yang diproduksi oleh kapitalis yang ditolong jualkan oleh para guru-guru di sekolah, yaitu buku bacaan dengan puluhan jenis mata pelajaran, lembar kerja siwa, foto copy tugas dan seterusnya.

 

Bagi si miskin tentu saja ini adalah hal yang sangat mahal, jika tidak maka dia tidak akan masuk dalam kategori orang miskin. Akhirnya si miskin berhutang lagi, atau jika tidak mampu maka sangsi sudah menanti.

“Ya, kalau gak mampu jangan sekolah, keluar saja!”

 

Tetapi jika si miskin kembali bisa melewati ini, test berikutnya ada lagi. Orang tua siswa di undang untuk datang ke sekolah untuk menghadiri rapat komite sekolah. Topik rapat tidak lain untuk membicarakan pembangunan gedung sekolah yang berlantai tiga atau fasilitas lainnya seperti pembelian komputer, bahkan untuk membeli pendingin udara di kelas. Tentunya si kaya datang dengan bangga naik mobil mewah dengan kepala tegak dan disambut dengan senyuman ramah dan penuh penghargaan oleh pihak sekolah. Sedangkan si miskin datang tanpa dilihat karena tertutup oleh bayangan si kaya dan bahkan kehadirannya pun cenderung tidak diharapkan kerena tidak akan memberikan sumbangsih apa-apa karena di gerbang sekolah juga sudah tertulis “si miskin dilarang masuk”. Jadi, jika memaksa masuk, terima saja sangsinya yaitu jadi “mentimun bungkuk”.

 

Dengan sedikit gaya yang dianggap demokrasi, rapat dikuasai oleh para si kaya, dan keputusan yang diambil pun berpihak pada si kaya. hasil rapat pun milik si kaya yaitu, siswa harus membayar uang pembangunan sekolah yang sesuai dengan isi kantong si kaya. Sedangkan si miskin yang mencoba hadir disana akhirnya hanya mengurut dada.

 

Hal ini terus berjalan setiap tahunnya, jika pada tahun pertama si miskin berhasil lolos dari test kemiskinan yang diselenggarakan sekolah, maka akan ada tahun-tahun berikutnya dan test kemiskinan akan berulang lagi di sekolah sehingga orang-orang miskin benar-benar akan tersaring dan keluar dari sekolah dengan sendirinya. Hebat bukan!

 

Dengan demikian, jika si miskin ingin masuk ke sekolah, sebaiknya pikir-pkir dulu dari awal karena sudah diperingatkan dengan jelas di gerbang sekolah bahwa “si miskin dilarang masuk”.

 

Sebagian besar kita mungkin tidak percaya dan tidak menemukan  tulisan “si miskin dilarang masuk” di gerbang sekolah. Hal ini bisa saja terjadi karena tidak memperhatikan atau tidak termasuk dalam kelompok orang-orang terlarang. Dengan demikian kita bebas keluar masuk sekolah tanpa harus mengikuti tes kemiskinan tersebut dan kita lupa bahwa tulisan itu terpampang dengan jelas di gerbang sekolah.

 

Akan tetapi yang mampu membaca tulisan ini hanya 2 orang saja, pertama adalah orang-orang miskin yang sering kali tersangkut dengan berbagai persoalan setiap akan masuk ke sekolah sehingga bacaan “si miskin dilarang masuk” menjadi sesuatu hal yang sangat traumatis dan tidak bisa terlupakan oleh mereka. Kedua adalah orang yang punya hati nurani yang bisa merasakan penderitaan si miskin.

 

Jadi, jika kita tidak bisa membaca atau menemukan tulisan ini di gerbang sekolah maka kita bukan termasuk orang miskin dan juga bukan orang yang punya hati nurani.

 

Iklan
h1

Hore……… GOLPUT Menang!

Oktober 24, 2008

Teriakku ketika membaca Koran dan tertulis “golput 60%” wow…….. hebat sekali

Jika golput menjadi sebuah partai politik tentunya akan menang telak.

Dari 562.500 surat suara, 318.446 Golput, 11.144 Abstain, 5.659 tidak sah dan hanya 204.411 suara sah. (Versi PKS di Harian Singgalang).

Ini adalah cermin dari kehidupan demokrasi di negeri ini. Ini adalah rekor baru dimana tingkat Golput tertinggi di Indonesia. Banyak faktor pastinya yang mempengaruhi kenapa banyak orang yang tidak memilih dalam pilkada yang diadakan pada tanggal 23 oktober 2008 kemaren, diantaranya:

– Mungkin saja ini karena tidak adanya kepercayaan masyarakat kepada para calon yang berkompetisi untuk memperebutkan kursi kekuasaan tertinggi di negeri ini.

– mungkin saja ini karena ketidakpercayaan masyarakat pada sistem politik yang ada. Artinya proses demokrasi yang berjalan saat ini yang penuh dengan kontroversi dan kecurangan (mungkin saja) membuat masyarakat menjadi apatis sehingga memilih tidak dirasakan penting atau masyarakat trauma dengan pemimpin-pemimpin yang selama ini terlalu banyak berbohong dan tidak memenuhi janji mereka sehingga masyarakat berfikir “buat apa memilih,toh tidak akan membuat perubahan”

– mungkin saja karena banyak pemilih yang tidak terdaftar dan tidak mempunyai kartu pemilih sehingga tidak ikut berpartisipasi. faktanya, banyak para pemilih yang mendapatkan kartu pemilih pada malam tanggal 22 oktober 20008.

– mungkin saja ini karena rendahnya kesadaran masyarakat sehingga malas untu memilih.

Dari angka 60% tersebut, juga banyak pesan yang bisa ditafsirkan.

  1. Ini adalah bukti nyata rendahnya kinerja KPU. (Klo gak mampu ya mundur saja, jangan maksain diri).
  2. Bisa saja keadaan ini dipolitisir untuk menguntungkan salah satu pihak untuk memenangkan pihak tertentu. (tapi belum ada bukti sih!, bisa saja kan…)
  3. Gagalnya pendidikan politik masyarakat yang terbukti dari rendahnya partipasi politik. Ini mencerminkan bahwa masih rendahnya pengetahuan dan kesadara berpolitik dan demokrasi warga kota padang. (mungkin saja ini di sengaja untuk terus membodohi masyarakat untuk kepentingan kelompok tertentu, kan pemerintah senang kalau warganya tetap bodoh)
  4. Pemenang pilkada kali ini bukanlah representative warga kota padang, karena hanya di pilih oleh 20% warga kota padang yang mempunyai hak pilih. Dan sadarilah bahwa kota padang dipimpin oleh orang yang tidak dipercayai dan didukung masyarakat kota Padang. (kepada yang menang jangan senang dulu, buktikanlah kalau masyarakat padang salah dan sebenarnya mempercayai anda adalah pilihan yang tepat)

Beranjak dari tulisan “ayo rame-rame golput” sebelumnya, bagiku adalah, ketika kita tidak percaya dengan pilihan yang ada, kita berhak untuk tidak memilih dan menjadi golput bukanlah pilihan yang buruk. Karena dengan adanya golput, adalah bukti bahwa demokrasi belum berjalan di negeri ini dan menjadi cambuk untuk semua………………

h1

merdeka adalah sebuah pilihan

Oktober 21, 2008

merdeka adalah sebuah pilihan

h1

Ayo Rame-Rame Menjadi Golput!

Oktober 21, 2008

Beberapa hari lagi warga Padang kota tercinta yang mempunyai hak pilih akan memilih pemimpin negeri ini. Momen ini sangat penting karena pemimpin yang terpilih nantinya akan menjadi “Sopir” dan menentukan arah perjalanan kota ini.

Akan tetapi banyak dari pemilih yang ragu untuk menentukan pilihannya. Ada yang bingung, karena semua pilihan bagus-bagus. Ada yang bagus fotonya saja dengan kumis dan lambaian tangan sehingga terkesan ramah dan merakyat. Ada yang bagus fisi dan misinya saja tetapi apakah bisa diwujudkan, ntar saja dipikirin yang penting berkoar-koar dulu. Ada yang bagus pribadinya, tetapi ini hanya kata tim sukses yang ingin dukungannya menang. Pokoknya semua bagus sajalah, dari pada berprasangka buruk.

Akan tetapi bagusnya hanya diluarnya saja. Dalamnya bagaimana? Semuanya penuh tanda tanya dan membuat kita tambah bingung dan ragu, malahan cenderung membuat orang jadi nggak percaya dengan semua obralan janji-janji para kontestan tersebut.

Trus gimana dong…?

Golput aja… Karena menjadi golput tidaklah buruk dan menjadi penting. Ada beberapa alasan kenapa golput itu penting ada.

  1. Golput  tidak memilih kucing dalam karung. Kenapa demikian, karena kita tidak pernah tahu isi hati orang yang sebenarnya. Apakah pemimpin tersebut mempunyai niat baik untuk memimpin kita atau hanya untuk kepentingan pribadinya? Dimana-mana pemimpin di negeri ini selalu berkata unutk kepentingan rakyat, tetapi rakyat yang mana? Jika benar-benar memikirkan rakyat, tentunya nasib kita sudah berubah.
  2. Menjadi golput lebih beruntung. Pemerintah yang sok demokrasi selalu berkata bahwa kita tidak boleh golput dan dengan ikut memiih kita ikut berpartisipasi dalam pesta politik karena jika tidak ikut maka kita akan rugi. Pertanyaannya? Apa benar ketika orang tidak memilih maka dia akan rugi atau malahan mereka lebih beruntung? karena tidak perlu merasa dikhianati dan tertipu ketika yang dipilihnya ternyata mengecewakan? Yang lebih bahaya, jika ternyata yang dipilih malah menyalah gunakan kekuasaan seperti korupsi dan lain sebagainya, artinya kita pernah punya andil untuk melicinkan jalannya menjadi koruptor.
  3. Golput adalah kelompok yang netral dan selalu menjadi oposisi sejati yang bisa mengingatkan pemerintah tanpa punya kepentingan politik, karena oposisi dari golongan politik tertentu, tentu saja syarat dengan kepentingan. Kasarnya, selalu mencari kesalahan lawan politik dan kalau bisa segera digulingkan.
  4. Golput adalah sikap politik. Golput adalah sebuah partisipasi politik dan sikap politik yang nyata dan pasti karena berfungsi untuk mengingatkan siapa saja bahwa ada sekelompok masyarakat yang tidak percaya kepada para kontestan yang ikut bersaing menjadi pemimpin sehingga mereka perlu bekerja keras untuk meyakinkan semua pihak bahwa semua janji-janji yang diubar ketika kampanye perlu dan penting untuk dibuktikan. (buktikan dulu, baru ntar kita pilih di pilkada berikutnya)
  5. Golput adalah jalan untuk tidak masuk jebakan. Selama ini kita dihimbau untuk tidak menjadi golput karena kita akan rugi, tapi bisa saja ini hanya sebuah jebakan bagi kita supaya bisa memilih mereka, karena suara kita sangat berarti buat mereka agar bisa terpilih. Bukan buat kita!

Jadi, jika kita belum mempunyai pilihan yang benar-benar bisa di percaya dalam pemilihan wali kota hari kamis besok, jangan ragu untuk menjadi golput karena keberadaan golput sangat penting untuk negeri yang memprihatinkan ini.

h1

SEKOLAH? Buat apa…..!

Oktober 20, 2008

A: kita udah 12 tahun lho sekolah, tapi apa ya yang di dapat?

B: ????!!!??? (bingung)

A: kalau-kalau dari kita nanti harus mengalami nasip tragis yang memaksa kita untuk berhenti sekolah, seperti orang tua kita meninggal. trus kita harus cari uang sendiri, kira-kira kita punya bekal gak untuk bertahan hidup?

B: ???!!!???? (tambah Bingung)

A: kamu gak tau ya….? aku juga, padahal kita udah 12 tahun lho sekolah. udah lama banget kan…. tapi kok kita gak bisa ngapa-ngapain ya. trus sekolah buat apa kalau gak berguna, mubazir kan?

B: ???!!???? (tambah-tambah dan semakin bingung)

A: ya sudahlah, aku juga makin bingung

h1

Hello world!

Oktober 20, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!